YM Gw dong

Facebook

Search

Category

Profil

By Taufiq | February 11, 2010

PROFIL YOVIE & NUNO

Yovie Widianto memang seperti tak kehabisan energi dalam bermusik. Pasca pengunduran diri Gail (vokal), Ersta (bas) dan Rere (drum) sebagai personil Yovie & The Nuno, anak didik musisi Elfa Secoria tersebut menggaet dua personil baru – Dikta pada vokal untuk mendampingi Dudi dan Diat di posisi gitar untuk bergabung dalam Yovie & Nuno sebagai ganti dari Yovie & The Nuno

.Untuk menandai kemunculan Yovie & Nuno, mereka meluncurkan album bertajuk THE SPECIAL ONE yang terinspirasi dari penggalan lirik lagu Janji Putih ciptaan Yovie, di Izzi Pizza, Kuningan, Rabu (12/12).

THE SPECIAL ONE berisikan 11 lagu yang sarat berbagai tema dengan lirik romantis dan sedikit nakal ala Yovie Widianto. Album ini menjagokan lagu Menjajah Hati sebagai hit single, yang menyuguhkan perpaduan harmonisasi indah dari vokal rendah Dudi dengan timbre tenor punya Dikta dalam bertutur tentang kesetiaan seseorang kepada kekasih.

Menurut Yovie, kekuatan dari bandnya kali ini adalah musik yang rancak di mana harmonisasi ritmis menjadi elemen utamanya.

“Namun aransemen diolah sedemikian rupa sehingga tetap terkesan ringan dan komunikatif,” urainya.

Di album ini, Yovie juga terinspirasi warna-warna rock tahun 80–an dari TOTO dan Phil Collins. Seperti saat menyimak lagu Sejuk Cinta, yang dapat diibaratkan TOTO bertemu John Meyer dalam skema musikalitas Yovie.

Selain itu, Yovie menyebut musiknya kali ini lebih “beradab”. Maksudnya, musik yang disuguhkannya kali ini cenderung melayu namun dikemas lebih berteknologi, seperti Muse dalam pemisalan Yovie.

“Itu sangat menarik, banyak hal teknis yang harus terus dipelajari, saya harap ini bisa membawa ragam musik yang berkualitas bagus,” pungkasnya.

Topics: Artists / penyanyi, PENYANYI / BAND Indonesia Berawalan Huruf Y | No Comments »

Profil

By Taufiq | February 11, 2010

PROFIL WONG

Band yang berdiri tanggal 8 Agustus 1997 ini beranggotakan Ganjar Sukmawansah (Gan-Gan – Gitar), Hermansyah (Herman – Bass), Iwan (Gitar), Nunu (Drum) dan Heppy Sondari (Heppy – Vokal). Awalnya mereka sering bermain musik bareng di sebuah studio di Bandung, kemudian mereka sepakat membentuk band yang diberi nama Wong.

Mereka kemudian mencoba membuat lagu dan menawarkannya kepada beberapa stasiun radio di Bandung. Usaha mereka tak sia-sia karena singel mereka, Tak Ingin masuk dalam program Indie Tujuh di radio Ardan, bahkan sempat merajai tangga lagu selama empat pekan.

Sony Music Indonesia pun tertarik untuk memasukkan lagu mereka ke album kompilasi Indie Ten bersama 9 band lainnya. Album kompilasi yang juga melambungkan nama Padi dengan Sobatnya ini meraup sukses dan laku diatas 100 ribu kopi. Nama Wong pun mulai tenar karena kebetulan singel mereka juga dibuat video klipnya.

Sukses di album kompilasi tak membuat Wong puas. Mereka terus berkarya dengan harapan ada pihak yang mau merekam lagu-lagu mereka dalam bentuk album. Niat mereka diwadahi oleh Sony Music Indonesia yang mengontrak mereka untuk membuat album. Dan pada bulan Juni 1999 akhirnya album perdana mereka yang diberi tajuk Wong pun dirilis dengan singel andalan Tak Ingin dan Jangan Lagi. Sayangnya, Nunu sang drummer sudah tidak lagi bergabung karena memilih untuk menyelesaikan studi, posisinya digantikan oleh Remmi, drummer yang biasa main di kafe-kafe.

Wong sempat merilis album kedua yang berjudul Esok Pagi, sebelum akhirnya vakum hingga saat ini.

PROFIL WALI BAND

Wali Band adalah grup musik bergenre Lokal Pop Kreatif yang dibentuk pada 31 Oktober 1999, dengan personel terdiri dari Faank (vokal), Apoy (gitar), Tomi (drum), Ovie ((keyboard & synt), dan Nunu (bass). Album pertama mereka bertajuk ORANG BILANG dirilis 26 Maret 2008.

Dalam album tersebut, Wali mengandalkan lagu Dik sebagai hit single, di mana bintang sinetron Shireen Sungkar juga didaulat menjadi model video klip lagu tersebut. Selain beberapa single seperti Emang Dasar, Orang Bilang, Tetap Bertahan dan Egokah Aku.

Lagu Dik yang andalan grup yang memasukkan unsur dangdut itu tercatat hingga pertengahan Mei 2008, berhasil menjadi RBT (Ringbacktone) bagi sejuta pemilik ponsel. Ini menjadi barometer kesuksesan grup yang berangotakan lima pria itu.

Sukses album perdana, Wali akan segera merilis album keduanya. Sebelumnya, Wali telah merilis single jagoan dari album terbarunya, Cari Jodoh. Bahkan berkat RBT single Cari Jodoh ini, Wali mendapat hadiah umroh dari labelnya, Nagaswara.

Dalam momen Ramadhan 2009, Wali juga mengeluarkan single religius yang berjudul Mari Sholawat.

Single Cari Jodoh milik Wali ternyata telah dibajak oleh negara tetangga, Malaysia. Lagu ini sendiri telah diubah menjadi lagu remix. Wali sendiri bakal menuntut pertanggungjawaban dan akan memproses masalah pembajakan ini.


Topics: Artists / penyanyi, PENYANYI / BAND Indonesia Berawalan Huruf W | No Comments »

Profil

By Taufiq | February 11, 2010

PROFIL VIERRA

Sepertinya sudah cukup lama kita tidak mendengar kaum remaja bernyanyi seperti remaja yang sebenarnya. Kebanyakan bernyanyi dengan gaya yang sok dewasa, sebagian lagi muncul dengan lagu-lagu masa lalu yang memang sudah enak.

Tapi coba dengarkan Vierra. Sekelompok remaja yang bernyanyi dengan jujur dan lugas seperti layaknya remaja saat ini. Background musikal tinggi dari orang tua mereka, tidak lantas membuat band ini terpengaruh untuk membuat lagu seperti gaya orang tua mereka. Vierra yang dimotori Kevin, yang notabene adalah putra dari komposer Adie MS, memilih menulis dan memainkan lagu-lagu yang sesuai dengan hati mereka.

Hal itu terlihat dari judul single pertama, “Dengarkan Curhatku” yang terdapat di album perdana mereka, My First Love (2009). Sebuah lagu yang tulus dari dalam hati mereka. Benar-benar tentang kejadian sehari-hari yang mereka alami sendiri.

Vierra ialah remaja yang bermain dengan gaya yang benar-benar remaja, gaya bahasa yang remaja, penampilan yang sangat remaja, karena mereka benar-benar remaja.

Vierra adalah Kevin Aprilio (keyboard), Widy Soediro (vokal), Raka Cyril (Gitar), dan Tryan (Drum).

PROFIL VAGETOZ

Vagetoz dibentuk pada tanggal 12 Mei 1999 dengan personel Teguh Permana (vokal), Acep Gunawan alias Son! (gitar), Irman alias Nuky (gitar), Budi alias Eboth (bass), dan Rudi alias Day (drum).

Proses pemilihan nama Vagetoz mempunyai cerita tersendiri. Setiap latihan di studio, mereka selalu memakai nama berbeda-beda karena memang saat terbentuk band ini belum punya nama. Dan setiap akan latihan ada saja personil yang menunda-nunda waktu. Pageto atuh! Bahasa sunda yang artinya lusa saja. Karena keseringan, lama kelamaan kata pageto menjadi semakin familiar. Biar lebih keren mereka menggantinya dengan kata Vagetoz. Jadilah nama Band Vagetoz.

Band asal Sukabumi ini terhitung rajin mengikuti beragam festival yang digelar di tanah kelahirannya, hingga kota Bandung dan sekitarnya. Dasar memang berpotensi plus hoki, setiap festival yang disambangi pasti mereka juarai. Sampai-sampai Teguh cs tidak boleh ikut festival di Sukabumi sendiri karena pialanya pasti diborong oleh mereka. Sejak tahun 2003 Vagetoz sudah mempunyai pengalaman manggung bareng band papan atas, sebut saja /rif, Samson, Ungu, hingga panggung Soundrenalin. Tahun 2004 mereka berkesempatan rekaman album kompilasi, dengan modal satu single berjudul Sebaiknya Aku Pergi.

Pada tahun 2007 mereka mengikuti ajang A Mild Live Wanted 2007 dan menjadi jawara di tingkat Regional Jawa Barat. Namun karena merasa belum sanggup untuk berkomitmen penuh dalam menjalani rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan untuk para juara A Mild Live Wanted 2007 tingkat regional, mereka memutuskan mundur dan menyerahkan gelar juara pada runner up, Second Civil.

Setelah mengundurkan diri dari A Mild Live Wanted, Vagetoz kembali merajut mimpinya untuk membuat album solo. Keinginan mereka akhirnya terkabul setelah dikontrak oleh Sony-BMG dan merilis album perdananya yang bertajuk Sesuatu Yang Beda pada tahun 2007.

Album dengan hits seperti Saat Kau Pergi, Betapa Aku Mencintaimu, Sesuatu Yang Beda dan Penyesalanku ini melambungkan nama Vagetoz di ranah musik Indonesia. RBT-nya bahkan didownload hingga lebih dari 5 juta kali.

Tahun 2008, Vagetoz kembali dengan album religius bertajuk Kuatkan Aku yang menghadirkan 8 lagu dan 4 lagu dalam format karaoke. Album ini diciptakan berdasarkan inspirasi pribadi para personil Vagetoz dalam meniti perjalanan spiritualnya. Perilisan album ini juga bersamaan dengan novel yang berjudul Kuatkan Aku : Catatan Spiritual dan Kreativitas Vagetoz yang diterbitkan oleh DAR! Mizan.

Topics: Artists / penyanyi, PENYANYI / BAND Indonesia Berawalan Huruf V | No Comments »

Profil

By Taufiq | February 11, 2010

PROFIL USSY

Berangkat dari seorang pemain sinetron dan presenter, kini Ussy berubah menjadi penyanyi profesional bersuara cantik dengan penampilan chic. Itulah yang tergambar dalam album perdananya bertajuk “Its Me Ussy”, yang dilempar ke pasaran awal Agustus 2007.

Debut album ini sekaligus sebagai produksi pertama Adrie Subono di bawah bendera JAVA Musikindo Productions, sebagai produser album rekaman. Promotor panggung musik artis mancanegara yang sudah kondang di negeri ini selama lebih dari 10 tahun, begitu serius menggarap album Ussy.

Nama besar Adrie Subono di balik pembuatan album anyar Ussy, menjadi stempel jelas, bahwa album ini dikerjakan dengan totalitas maksimal. Tak heran, Adrie menggandeng sejumlah komposer papan atas negeri ini dalam menyumbangkan karya cipta mereka untuk dinyanyikan Ussy dalam album yang didistribusikan oleh Aquarius Musikindo ini.

Sebut saja Dewiq, Melly Goeslaw, Pia Utopia dan Irvan Samsons. Termasuk Lukman, yang karyanya menghiasi album Opick. Lagu-lagu karya pencipta lagu pencetak hit alias hitsmaker ini dinyanyikan Ussy dengan kemasan aneka genre musik berdasar irama pop.

Adrie pun meminta Irvan Nat, pengarah vokal, untuk membantu proses rekaman album Ussy.  Irvan yang juga mantan personel grup vokal ME, dikenal sukses mengarahkan vokal sejumlah diva seperti Titi DJ, Ruth Sahanaya dan Krisdayanti yang tergabung dalam 3 Diva, juga Bams Samsons, termasuk almarhum Chrisye.

Termasuk Siti Nurhaliza yang juga sempat ‘disentuh’ tangan dingin Irvan. “Aku merasa beruntung didukung oleh orang-orang top,” tandas Ussy yang berlatih vokal secara intens pada Uci Nurul, personel Elfa’s Singers.

Lagu jagoan bertitel “Klik”,  menonjolkan kesan segar Ussy. Tembang ciptaan Dewiq ini berlirik manja yang dikemas dalam musik pop easy listening oleh Pay, gitaris BIP band, yang tak lain suami Dewiq. Kejelian Dewiq dalam melihat kelebihan vokal Ussy tertuang dalam tembang “Klik” yang video klipnya sudah berseliweran di layar kaca.

Tanggal 11 Januari 2009 Ussy merilis album keduanya, The Other Side of Me, dengan singel andalan Benci Lagu Cinta. Di album ini Ussy merubah total tampilannya menjadi bergaya rocker.

PROFIL UNGU

Ungu adalah grup musik Indonesia yang beranggotakan Pasha (Sigit Purnomo S.S./penyanyi), Makki (Makki O. Parikesit/bass), Enda (Franco Medjaya Kusuma/gitar), Onci (Arlonsy Miraldi/gitar), dan Rowman (M. Nur Rohman/drum).

Grup musik ini didirikan pada 1996, dengan Makki sebagai satu-satunya personil awal yang masih aktif sampai sekarang. Sampai tahun 2007 mereka telah menghasilkan 4 album dan 2 album mini.

Album pertama Ungu dirilis 6 Juli 2002 bertajuk LAGUKU. Sebelumnya, Ungu ikut mengisi 2 lagu (Hasrat dan Bunga) di album kompilasi KLIK bersama Lakuna, Borneo, Piknik, dan Energy. Meski terbilang sukses, album ini perdana mereka mendapat Platinum Award setelah hampir 2 tahun album ini dirilis.

Album kedua pun dirilis Desember 2003 bertajuk TEMPAT TERINDAH yang menjagokan lagu Karena Dia Kamu.

MELAYANG, album ketiga mereka dirilis Desember 2005. Album ini mencetak rekor dengan mengantungi doble platinum (penjualan lebih dari 300.000 kopi) pada bulan pertama peredarannya. Gaung lagu andalan album ketiga ini, Demi Waktu merambah sampai negeri Jiran dan diperebutkan 4 perusahaan label Malaysia yang menginginkan hak edarnya.

Album mini SURGAMU dirilis bulan September 2006 untuk menyambut bulan Ramadhan 1427 H. Pada minggu pertama, album ini mencetak penjualan 150 ribu kopi.

Album reguler keempat Ungu bertajuk UNTUKMU SELAMANYA dirilis di empat negara di Asia. Album yang mengandalkan lagu Kekasih Gelapku, Cinta dalam Hati, Apalah Arti Cinta dan Ijinkan Aku ini dirilis pada tanggal 9 Agustus 2007 di Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Agustus 2007 di Singapura, 12 Agustus 2007 Hongkong, dan puncaknya 15 Agustus 2007 di Jakarta, Indonesia.

Menyambut Ramadhan 1428 H, Ungu merilis album religi lagi yang berbentuk mini album bertajuk PARA PENCARIMU. Sebelum mini album ini dirilis, tiga dari lima lagu telah terpilih sebagai soundtrack sinetron religi yang tayang selama Bulan Ramadhan.

Pada 1 Mei 2009, Ungu kembali merilis album teranyarnya, PENGUASA HATIKU. Di album kelima ini, Ungu menjagokan lagu Hampa Hatiku. Yang menarik, Ungu berduet dengan Iis Dahlia di lagu ini. Memang di lagu bercorak dangdut, Ungu ingin memberikan yang berbeda dari album-album sebelumnya. Selain itu, di album ini Enda sang gitaris, juga menyumbangkan lagu di Badai Kini Berlalu.

Topics: Artists / penyanyi, PENYANYI / BAND Indonesia Berawalan Huruf U | No Comments »

Profil

By Taufiq | February 11, 2010

PROFIL THE CHANGCUTERS

The Changcuters dibentuk di Bandung pada tahun 2005. Personelnya adalah Mohammad Tria Ramadhani alias Tria (vokal), Muhammad Iqbal atau Qibil (backing vocal & gitaris), Arlanda Ghazali Langitan atau Alda (gitaris), Dipa Nandastra Hasibuan atau Dipa (bassis), dan Erick Nindyoastomo alias Erick (drummer).

Berdirinya band ini diprakarsai oleh Dipa, Tria dan Qibil yang teman sekampus. Mereka pun mengajak Alda dan Erik, yang juga teman Qibil main band saat SMU. Nama The Changcuters bukan bermakna jorok atau berasal dari Bahasa Sunda yang berarti pakaian dalam pria. Tapi berasal dari nama seorang sahabat, Cahaya, yang popular di mata mereka lantaran lucu.

Pada bulan Agustus 2006 mereka merilis album Mencoba Sukses secara indie dengan bantuan Uki Peterpan, namun tak seperti harapan yang dituangkan di judul albumnya, album ini kurang sukses di pasaran.

Keberuntungan mereka mulai nampak setelah mereka digaet Sony-BMG pada tahun 2008. Pada tahun yang sama mereka merilis album Mencoba Sukses Kembali dengan singel andalan seperti Racun Dunia, I Love U Bibeh dan Hijrah Ke London. Album ini sukses berat dan setelah itu mereka pun laris di luar bidang musik. Selain bintang iklan, The Changcuters juga sempat membintangi film layar lebar berjudul Tarix Jabrix.

Tahun 2009 ini The Changcuters akan merilis album keduanya yang berjudul  The Changcuters & Misteri Kalajengking Hitam.

PROFIL THE TITANS

Keinginan untuk terus bermusik dan berkarya, itulah alasan dan tujuan utama Andika dan Indra ketika mendirikan The Titans. Musik memang sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan dua sohib ini. Dengan pengalaman ngeband yang panjang dan berliku, Andika dan Indra bertekad menjadikan The Titans band terakhir untuk mencurahkan semua inspirasi dan bakat mereka di dunia musik.

Untuk membentuk sebuah band, Andika dan Indra mengajak beberapa musisi yang juga sudah punya pengalaman yang gak bisa di bilang pendek. Utomo Haridwinanto yang akrab di panggil Tomtom salah satu personil T-Five setuju buat menduduki posisi drum. Sonny Khrisna Yudha atau Oni sudah bertahun-tahun ngeband bareng kakaknya di Five Minutes, di The Titans Oni megang posisi guitar. Imot atau dengan nama asli Tomi di kenal Andika waktu bekerjasama bareng-bareng memproduksi dan memproduseri album salah satu artist hip-hop yang berada di bawah naungan management Andika. Cowok berkacamata dan mantan punggawa Rock N Roll Mafia ini memegang posisi programming/synthesizer. Yang terakhir mereka rekrut untuk gabung adalah sang vokalis, setelah menajalani beberapa seleksi, terpilihlah Rizki, mantan vokalis IZE Dreamband yang di percaya mengisi posisi olah vokal. Oh ya, sebelumnya The Titans sudah memiliki vokalis bernama Bobby, tapi ia lebih memilih mundur untuk serius menekuni pekerjaannya sebagai pegawai bank.

Pada tanggal 8 December 2006 The Titans resmi didirikan di Bandung. Sebagai band baru, The Titans memang harus berjuang dari bawah untuk merebut hati penggemar. Bersanding dengan band-band yang telah berdiri sebelumnya, The Titans yakin dan positif bisa berkibar dan menjadi salah satu superband di tanah air.

Setelah beberapa bulan berkutat di studio, akhirnya debut album bertajuk self-titled “The Titans” rampung dan dirilis 27 April 2007. Album yg ditulis bersama-sama oleh seluruh personil The Titans ini diharapkan bisa diterima dengan baik dan dinikmati oleh para pecinta musik Indonesia. Single pertama adalah lagu ciptaan Indra berjudul “Rasa Ini”.

Album The Titans dipengaruhi beberapa musisi yang menjadi panutan masing-masing personil di antaranya ada pengaruh The Cure, Coldplay, Stereophonic, Daftpunk, Keane, Muse dan lain-lain. Brit pop/rock memang jadi kiblat bermusik mereka. Musik yang ngepop tapi gak cengeng, ngerock tapi gak terlalu cadas, mellow tapi gak monoton, melancholic tapi gak meratap-ratap. Musik yang enak di dengar tapi gak ngebosenin, penuh dengan sound yang kreatif. Untuk kedepannya bisa aja aliran musik The Titans berubah sejalan dengan pengalaman dan dunia musik yang terus berkembang.

Nama The Titans ini di pilih karena dipercaya oleh semua personilnya bakalan bisa merepresentasikan kekuatan dan kebesaran semangat mereka menjadi musisi-musisi handal dan membangun The Titans menjadi salah satu band terbesar di Indonesia.

The Titans sendiri di ambil dari Mitologi Yunani Kuno atau cerita dewa-dewa dari kepercayaan orang-orang Yunani. Pada masanya The Titans merupakan personifikasi dari kekuatan-kekuatan alam yang ada. The Titans adalah terdiri dari 10 anak-anak, 5 laki-laki dan 5 perempuan (laki-laki: Titanes, perempuan: Titanides), dan 2 orangtua mereka sendiri yaitu Gaia dan Uranus. Total jumlah mereka adalah 12. Pada masanya The Titans menguasai dunia mereka dengan kekuatan mutlak dan tidak bisa diganggu gugat. Kekuatan The Titans di dalam cerita kepercayaan Yunani inilah Andika, Indra, Oni, Tomtom, Imot dan Rizki berharap bisa menjadikan band ini untuk memiliki kekuatan di dunia musik dan bisa terus mengembangkan kemampuan masing-masing.

PROFIL THE DANCE COMPANY

Nama THE DANCE COMPANY itu sendiri ditemukan secara tidak sengaja, ketika mereka sedang menumpangi bis yang membawa mereka menuju tempat acara di Bali, mereka melewati sebuah toko yang bernama dance company, WEGA lalu berpikir bahwa kalo mereka jadi membuat band, maka nama the dance company akan menjadi nama yang lucu dan mengundang perhatian. Secara internal ,nama The Dance Company sendiri bisa juga diartikan teman berdansa atau teman untuk bersenang senang…sama seperti persahabatan mereka..

Tidak ada satu jenis aliran musikpun yang bisa membatasi mereka, karena mereka memang tidak memperdulikan itu..yang mereka pikirkan adalah bagaimana memberi sumbangan yang berarti untuk kejayaan musik Indonesia, dan memberikan pilihan yang segar untuk hiburan musik Indonesia. Tidak ada satu pihak pun yang menunggangi idealisme para Papa Rock n Roll ini, tidak juga perusahaan rekaman tempat mereka bernaung. Nagaswara diwakili oleh Pak Rahayu sebagai eksekutif produser, memberikan kebebasan 2009 % untuk membuat album ini. Bahkan kontrak rekaman mereka tidak dibayar dengan uang, tapi cukup dengan alat komunikasi saja…

If you think this is just a regular band project, then you’re So Far Away from being right…you are wrong wrong wrong. Band ini istimewa, unik dan luar biasa, karena bisa merubah seorang Nugie menjadi MBOT, Baim menjadi BEBE, Pongki Barata menjadi WEGA dan Ariyo Wahab menjadi RIYO untuk menjadi THE DANCE COMPANY atau tepatnya your dance company…

Topics: Artists / penyanyi, PENYANYI / BAND Indonesia Berawalan Huruf T | No Comments »

Profil

By Taufiq | February 11, 2010

PROFIL SHEILA ON 7

Grup yang berdiri pada 6 Mei 1996 ini pada awalnya adalah sekumpulan anak-anak sekolah dari beberapa SMA di Yogyakarta. Di awal berdirinya bersatulah lima anak muda, Duta (vokal) berasal dari SMA 4, Adam (bass) dari SMA 6, Eross (gitar) dari SMA Muhammadiyah I, Sakti (gitar) dari SMA De Britto, dan Anton (drum) berasal dari SMA Bopkri I. Mereka sepakat untuk membentuk sebuah band dan membawakan lagu-lagu dari kelompok Oasis, U2, Bon Jovi, Guns N’ Roses, dll. Pada waktu itu juga, mereka telah memiliki beberapa lagu-lagu orisinal karya mereka sendiri dan mereka mencoba untuk memperkenalkan dan membawakan lagu-lagu tersebut dengan penuh rasa percaya diri di berbagai pentas.

Sampai saat ini juga, mereka masih sulit untuk menyebut warna musik apa yang sebenarnya dimainkan. Tetapi satu hal yang jelas adalah bahwa mereka berkeyakinan untuk memainkan “Sheila music”, dimana ide-ide atau kreasi dalam bermusik dimunculkan secara spontan dan menampilkan lirik-lirik yang gampang dicerna serta konsep musik yang sederhana.

Pada awal berdirinya grup ini bernama “Sheila”. Tidak lama kemudian, mereka menambahkan kata “Gank”, hingga jadilah “Sheila Gank”. Namun karena masalah ‘sense’, akhirnya nama mereka berganti menjadi “Sheila on 7”, “on 7” berarti solmisasi alias 7 tangga nada (do re mi fa sol la si).

Sejak awal grup ini mencoba untuk tampil secara profesional. Dimulai dengan keterlibatan mereka dalam beberapa pentas musik, festival maupun pertunjukan komersil di DIY dan Jawa Tengah, baik di lingkup sekolah, kampus, serta panggung umum. Satu hal yang cukup meyakinkan dan membanggakan adalah keikutsertaan mereka dalam program indie label “Ajang Musikal” (Ajang Musisi Lokal) di tahun 1997 milik Radio Geronimo 105.8 FM & G-Indie Production di Yogyakarta, dimana program ini adalah program sindikasi radio yang disiarkan oleh hampir 90 radio swasta di tanah air. Ajang Musikal adalah program radio yang menyiarkan lagu-lagu karya sendiri dari band-band lokal yang belum pernah rekaman komersial.

Dalam program ini mereka mendapat respons yang sangat positif, dimana request dari para pendengar untuk lagu karya mereka sendiri yaitu ‘Kita’, menempatkan mereka selama 3 bulan berturut-turut di tangga lagu Ajang Musikal G-Indie 10 pada bulan Maret, April, dan Mei 1997.

Menunjuk pada hal tersebut, “Sheila on 7” mampu untuk merefleksikan dirinya dan menjadikannya sebagai tolak ukur untuk ke jenjang yang lebih atas lagi yakni rekaman komersial. Dengan penuh keyakinan pula, Sheila on 7 memberanikan diri untuk menawarkan demotape serta proposal ke label Sony Music Indonesia, dan akhirnya kesempatan pun datang dengan dikontraknya Sheila on 7 untuk 8 album dengan sistem royalti.

PROFIL SUPERMAN IS DEAD

Superman Is Dead (SID), didirikan di Bali pada tahun 1995 oleh Bobby Kool (lead vocal, guitar, graphic designer), Eka Rock (bass and backing vocal) dan Jrx (drummer). Tiga cowok ini menggemari Green Day dan NOFX, dan belakangan mereka lebih terpengaruh oleh musik punk ‘n roll dari Supersuckers, Living End dan Social Distortion.

Awalnya band mereka bernama Superman Silvergun, nama yang diambil dari lagu milik Stone Temple Pilot`s. Namun mereka memutuskan untuk ganti nama menjadi Superman Is Dead karena mereka yakin bahwa tak ada orang yang sempurna di dunia ini.

SID sempat memproduksi tiga album secara independen, yaitu Case 15 (1997), Superman is Dead (1999) dan Bad Bad Bad (mini album, 6 tracks – 2002) sebelum bergabung dengan Sony-BMG Indonesia pada bulan Maret 2003.

Bersama Sony-BMG, SID sudah merilis empat album, yaitu Kuta Rock City (2003), The Hangover Decade (2004), Black Market Love (2006), dan Angel & The Outsiders (2009).

PRESTASI SID

Topics: Artists / penyanyi, PENYANYI / BAND Indonesia Berawalan Huruf S | No Comments »

Profil

By Taufiq | February 11, 2010

PROFIL RAN

RAN dibentuk di Jakarta pada tahun 2007. Nama band ini diambil dari huruf depan nama ketiga personelnya, yaitu Rayi (vokal), Asta (gitar) dan Nino (vokal).

Rayi dan Asta mulai bermain musik bersama sejak sekolah di SMA Al-Izhar, Pondok Labu. Bersama teman-temannya, mereka sempat membentuk band bernama F.R.D. (Funk Rap Disco) dan menjuarai berbagai lomba band antar sekolah. Setelah lulus SMA, band ini vakum lantaran beberapa personelnya melanjutkan studi ke luar negeri.

Saat akan mengikuti Indonesian Song Festival 2006 yang digelar JakTV, mereka pun menggaet Nino, adik kelas mereka untuk bergabung. Memang lagu “Pandangan Pertama” yang mereka bawakan di ajang itu hanya meraih juara kedua, tapi lewat lagu itu jalan mereka untuk rekaman jadi terbuka. Seorang produser bernama Dondy Soedjono menyodorkan demo lagu tersebut ke Universal Music Indonesia. Tak perlu waktu lama, RAN pun segera menandatangani kontrak rekaman.

Album perdana mereka “RAN For Your Life” dirilis pada tahun 2007. Berkat lagu-lagunya yang ceria dan berbeda dengan band kebanyakan yang muncul pada saat itu, popularitas mereka langsung menanjak. Lagu-lagu mereka seperti “Pandangan Pertama“, “Selamat Pagi“, dan “Hanya Untukmu” dari album ini silih berganti bersliweran di chart-chart radio dan televisi.

RAN sempat merilis dua singel, yaitu “Tunjukkan Cintamu” (kolaborasi dengan penyanyi Malaysia bernama Shila) dan “Ratu Lebah” (OST Ratu Lebah) sebelum mengeluarkan album keduanya, “Friday“, pada tanggal 13 Agustus 2009.

Di album berisi 10 lagu ini mereka tetap mengusung musik yang ceria, kreatif dan segar. Mereka juga mencoba berkolaborasi dengan penyanyi dan musisi lain, seperti Dewi Sandra dan Andi Rianto. Sebuah singel berjudul “T.G.I. Friday” secara khusus mereka siapkan untuk membuka jalan menembus pasar Asia. Video klipnya yang digarap oleh Sigi Wimala bahkan dirilis secara khusus di stasiun televisi Channel V. Untuk pasar Indonesia, RAN memilih singel bertajuk “Jadi Gila“.

PROFIL RIO FEBRIAN

Rio Febrian melangkah ke dunia musik Indonesia setelah menjadi pemenang Grand Champion Asia Bagus 1999. Sebelumnya dia juga sudah sering tampil di beberapa festival dan menyabet gelar, seperti Juara II Bahana Suara Pelajar 1994 dan Juara II Bintang Radio & Televisi 1997.

Debut album cowok kelahiran 25 Februari 1981 itu dirilis pada tahun 2001. Album self titled itu berisikan 10 lagu dengan hits andalan Bukan Untukku dan Tiada Kata Berpisah yang beraliran pop.

Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2004 Rio merilis album keduanya yang bertajuk Ku Ada Disini. Proses penggarapan album ini memakan waktu dua tahun. Dibanding album pertama, untuk album yang sekarang tidak banyak campur tangan orang lain. Rio bekerjasama dengan teman-teman dekat, seperti Irwan Simanjuntak sebagai music director, Glenn Fredly dan Tohpati sebagai komposer. Ada juga kolaborator lama seperti Yovie Widianto dan Andi Rianto.

Pada pertengahan Oktober 2006, album ketiganya yang bertajuk RIO F3BRIAN diluncurkan. Album yang digodok lebih dari setahun lamanya ini memang memang digarap Rio dengan matang. Untuk mendukung album ini, ia menggamit kolaborator lama, Irwan Simanjuntak, yang bertindak sebagai music director.

Setelah vakum selama tiga tahun, di tahun 2009 Rio kembali merilis album barunya, Aku Bertahan. Sebagai single andalan bertajuk Aku Bertahan. Lagu ini diciptakan oleh Numata dan diaransemen oleh Tohpati. Rio Febrian sendiri juga menciptakan separuh materi album ini yaitu Everybody Want Me, Cinta Mati, Candu Hatiku, Janji Setia, Dan Kutemukan.

Topics: Artists / penyanyi, PENYANYI / BAND Indonesia Berawalan Huruf R | No Comments »

Profil

By Taufiq | February 11, 2010

PROFIL QTA

Qta adalah 4 orang musisi muda yang berasal dari kota Bandung yang sudah lama eksis di arena kancah dunia hiburan dan rekaman di kota Bandung. Pada satu kesempatan mereka bertemu  dengan Inka Christie penyanyi kota Bandung, yang sudah lebih dulu establish di kancah musi Indonesia  dengan 9 album yang dirilis . Dan untuk album ke 10 Inka mencari format yang lebih baru, untuk selanjutnya di pilihlah melalui tahap audisi  4 orang musisi muda yang musikalitas dan performance nya cocok dengan warna musik yang lebih fresh dan membawa suasana baru bagi dunia musik popular di tanah air khususnya.

Maka berdirilah secara resmi Band Qta pada tanggal 14 Desember 2007 , kolaborasi pun berlanjut hingga menghasilkan 10 komposisi baru khas Qta yang di buat di mainkan sekaligus di aransemen oleh Qta sebagai satu kesatuan utuh sebuah kelompok musik yang ingin ikut menyemarakan kancah musik Indonesia.

Topics: PENYANYI / BAND Indonesia Berawalan Huruf Q | No Comments »

Profil

By Taufiq | February 11, 2010

PROFIL PROJECT POP

Project Pop merupakan generasi penerus dari P-Project, kelompok komedi dari Bandung. Kalau P-Project (Denny Chandra, Iszur Muchtar, Daan Aria, Joehana, Wawan, Denden, dan Iang Darmawan) memilih jalur lagu-lagu parodi atau plesetan dari lagu lain, Project Pop berbeda. Mereka membuat album komedi dengan lagu-lagu ciptaan sendiri.

Pada awal berdirinya, Project Pop beranggotakan 7 orang, yaitu Djoni Permato (Udjo), Herman Josis Mokalu (Yosi), Wahyu Rudi Astadi (Odie), Kartika Rachel Panggabean (Tika), Gumilar Nurochman (Gugum/Gummy) Muhammad Fachroni (Oon) dan Hilman. Mereka merilis album pertamanya yang mengangkat singel “Lumpia Vs Bakpia” pada tahun 1996.

Tahun 2000 Project Pop baru merilis album keduanya yang bertajuk “Tu Wa Ga Pat”. Sayangnya saat itu salah satu anggotanya, Hilman, mundur karena ingin melanjutkan karir di bidang lain. Sejak saat itu Project Pop berjalan dengan enam personel saja.

Setahun kemudian mereka merilis album ketiga “Bli Dong Plis” dengan hits “Jangan Piki Piki”. Tahun 2003 mereka kembali merilis album ke-4 dengan judul “PopOK”. Album yang melambungkan hits “Dangdut Is The Music Of My Country” ini meraih penghargaan double platinum dengan penjualan di atas 300.000 copy.

Kesuksesan itu memacu mereka untuk terus berkarya. Pada tahun 2005, lahirlah album ke-5 mereka berjudul “Pop Circus” dengan hits “Jangan Ganggu Banci” yang menyabet gelar Video Klip Of The Year di Penghargaan MTV Indonesia.

Di usianya yang ke-11 tahun, Project Pop merilis album ke-6 nya pada bulan April 2007. Album bertajuk “Six A Six” itu makin memantapkan posisi Project Pop sebagai grup terdepan dalam musik komedi. Simak saja lagu “Metal vs Dugem” dan “Angkat Donk” yang kocak.

Bulan September 2008, kumpulan proses kreativitas mereka selama puluhan tahun diterbitkan dalam album kompilasi “Top of The Pop” oleh Musica Studio, label yang menaungi mereka. Selain lagu-lagu hitsnya, album ini juga berisi tiga lagu baru yang tak kalah asik, yaitu “Bukan Superstar”, “Maramaramara”, dan “Goyang Duyu”.

Pada tahun 2009 Project Pop kembali menorehkan sensasi. Kali ini mereka memilih untuk merilis album ketujuhnya, “You Got Pop” pada tanggal 9 September 2009 (9/9/09), tanggal cantik yang biasanya dimanfaatkan orang untuk menikah atau melahirkan anak. Di album ke-7 ini mereka mengangkat singel berjudul “Batal Kawin”.

PROFIL PINKAN MAMBO

Pinkan Mambo lahir di Jakarta, 11 November 1980. Namanya mulai mencuat ketika bergabung dalam duo Ratu besutan Maia Ahmad. Bersama Ratu, penyanyi berdarah Manado ini menelurkan album “Bersama” pada tahun 2003. Sayang kebersamaannya dengan Ratu tak bertahan lama karena pada tahun 2004 Pinkan mundur dan memilih untuk bersolo karir.

Karirnya sebagai penyanyi solo diawali dengan meluncurkan singel “Cinta Tak Kan Usai” ciptaan Glenn Fredly. Lagu ini masuk di album “The Best Of Female Idol” yang dirilis Sony Music Indonesia pada bulan Desember 2004.

Dua tahun kemudian, album solo pertamanya yang bertajuk “Aku Tahu Rasanya” dirilis. Album berisikan 12 lagu ini bernuansa gado-gado, ada Pop, disko, RnB hingga nuansa rock. Lagu-lagu populer dari album ini antara lain adalah “Diriku Dirinya” yang diciptakan Melly Goeslaw, “Kasmaran“, dan “Cinta Tak Kan Usai“.

Bulan Juli 2008, penyanyi bernama lengkap Pinkan Ratnasari Mambo ini merilis album keduanya, “Wanita Terindah“. Album ini berisi 10 lagu dengan singel andalan “Kekasih Yang Tak Dianggap“, sebuah lagu yang pernah dipopulerkan oleh Kertas Band. Sebagai singel kedua dipilih lagu “Bila Masih Ada Kesempatan“.

Ada dua lagu lawas lainnya yang didaur ulang oleh Pinkan di album ini. Pertama adalah “Jenuh” ciptaan Guruh Soekarno Putra yang diaransemen oleh Erwin Gutawa dan pernah dalam album kompilasi “Rockestra“. Sedangkan yang kedua adalah “Setangkai Anggrek Bulan” karya A Riyanto dimana lewat tangan dingin Dewa Budjana sebagai arranger, menjelma menjadi pop ballad ala new age.

Topics: Artists / penyanyi, PENYANYI / BAND Indonesia Berawalan Huruf P | No Comments »

Profil

By Taufiq | February 11, 2010

PROFIL OPICK

Aunur Rofiq Lil Firdaus atau nama kecilnya Opick (lahir di Jember, Jawa Timur, 16 Maret 1974; umur 35 tahun) merupakan seorang pencipta lagu dan penyanyi religius berkebangsaan Indonesia.

Album pertamanya ialah Istighfar dirilis tahun 2005. Sebulan pertama setelah dirilis, album ini mampu mencetak dobel platinum dengan penjualan lebih dari 300 ribu kopi. Dalam album tersebut, Opick memasukkan lagunya yang berjudul “Tombo Ati” ke dalam album solonya. Sebelumnya, Opick memasukkan lagu itu ke dalam album kompilasi “Tausiyah Dzikir dan Nasyid”. Album “Istighfar” sukses di pasaran, hingga menembus lebih dari 800 ribu kopi dan mendapat penghargaan lima platinum sekaligus. Karena aktivitasnya dalam lagu Islami, Opick dinobatkan sebagai duta grup musik Islami Nasyid oleh lembaga ANN (lembaga nasyid nusantara).

Tahun 2006 pria yang mengaku pernah menyanyikan memiliki band yang membawakan lagu-lagu rock itu merilis album keduanya berjudul “Semesta Bertasbih” (2006). Dalam album tersebut terdapat sepuluh lagu, diantaranya Taqwa, Irhamna, akdir, Teranglah Hati, 25 Nabi, Semesta Bertasbih, Bismillah, Satu Rindu, Buka Mata Buka Hati dan Ya Rasul. Sebagai lagu hit dalam album tersebut adalah Takdir yang dinyanyikannya bersama Melly Goeslaw. Selain dengan Melly, Opick juga berduet dengan Wafiq Azizah, remaja yang berprestasi sebagai qoriah cilik internasional terbaik dalam lagu “Yaa Rasul”. Ada pula kolaborasi Opick dengan grup nasyid Pandawa Lima di lagu “Teranglah Hati”. Bulan Agustus 2006, tak lama setelah meluncurkan album kedua, Opick mengeluarkan buku berjudul “, OpickOase Spiritual Dalam Senandung”.

Topics: Artists / penyanyi, PENYANYI / BAND Indonesia Berawalan Huruf O | No Comments »


« Previous Entries